Global Enterprise Challenge 2010 (PART 2)

Hari kedua di Bali, masih belum ada kerjaan yang begitu berarti, karena pembagian LO baru diadakan hari ini. saya memegang tim Wales, Yona memegang tim Filipin, Anthoni tim Jepang, Rizky tim Singapur. Tim Indonesia nggak dipegang oleh LO, karena Indonesia sebagai tuan rumah mempunyai previlege untuk bebas mau bertanya ke siapa saja. malahan, Indonesia mendapat pelatihan khusus dari panitia tahun lalu.


Tim Indonesia
Tim Indonesia saat mendapat pelatihan presentasi
Yang memberikan pelatihan ke tim Indonesia


Tim Indonesia baru datang sore ini, tim Filipin dan Jepang baru akan datang besok malam. Jadiiii baru tim Wales saja yang sudah nongkrong di hotel. Salah satu panitia, Ibu Sri, memberi kesempatan kepada Tim Wales untuk membebaskan diri mereka seharian ini. Toh acara masih akan diadakan lusa, jadi hari ini dan besok masih menjadi hari bebas mereka. Dari panitia menyediakan satu mobil elf utuk mereka sewa untuk jalan-jalan kemana saja. Panitia juga menyarankan Tim Wales untuk jalan-jalan ke selatan Bali. Akhirnya dibuatkanlah list tempat tujuan jalan-jalan untuk mereka. Daaaaaannn, "Adel, kamu kan LO mereka, kamu temenin mereka jalan-jalan yah hari ini. Jadi tour guide." Oh-My-God. jujur saja, di dalam pikiran saya, saya spontan bilang "asik! kapan lagi bisa jalan-jalan di Bali bareng bule-bule cantik dan ganteng?" tapi di sisi lain, "bareng bule. bulenya kalo ngomong kayak kumur-kumur. mati nih. mau ngomong apa ke mereka? gw masih merasa kemampuan bahasa inggris gw masih ga ada apa-apanya". Untungnya, Anthoni juga ikut menemani saya untuk jalan-jalan sama Tim Wales. yah lumayan sedikit-sedikit akan ada yang bisa saya ajak bicara bahasa Indonesia dan sedikit membantu saya kalau pembicaraan tim Wales ada yang saya nggak mengerti hehehe

Waktunya berangkat. Sebelum jalan, saya sempat kenalan dan pendekatan diri dulu sama mereka. Awal-awal mengobrol, saya malah bertukat bahasa sama pendampingnya. saya mengajarkan dia salam menggunakan bahasa Indonesia, dia juga mengajarkan saya mengucapkan salam menggunakan bahasa Wales. eeehh lalu pendamping tim Wales bilang begini "your English is good". WAH masa sih? padahal saya mengerahkan segenap usaha saya buat ngobrol sama mereka (lebay). yah wajar selama ini saya jarang berbicara menggunakan bahasa inggris, jadi disaat tiba-tiba saya dituntut untuk bicara, otomatis saya jadi kagok hahaha. tapi lumayan, pujian tadi bisa membangkitkan semangat & percaya diri saya kembali :)


Tujuan kami adalah ke Tanah Lot, Pusat Oleh-oleh Kresna, Jimbaran, Ulowatu dan Garuda Wisnu Kencana. Pertama-tama kami jalan ke Kresna, belanja oleh-oleh. Di jalan menuju Kresna, pendamping tim Wales, Ms. Lynne, Ms. Karen dan Alistair mau menukar uang mereka terlebih dahulu, jadi kami mampir ke Money Changer. Ini pertama kalinya saya ke money changer bareng bule hehehe. Sehabis menukar uangnya, mereka kaget dan heboh. sekitar 600-700 euro yang mereka tukarkan, mereka mendapatkan sekitar 6 juta rupiah lebih. banyak ya. sehabis dari money changer, mereka langsung cerita ke anak-anak Wales yang lainnya, "we changed for only about 700 euro and we got more than 6 million rupiahs. A lot of money". yah, padahal sih mata uang rupiahnya aja yang rendah nilai tukernya ya dibanding sama euro. miris.



Tanah Lot

Sehabis dari kresna, kami tancap gas ke Tanah Lot. Di perjalanan, kiri dan kanan kami terhampar sawah sawah Bali yang berundak-undak. saya sih sudah biasa lihat sawah. tapi tiba-tiba Ms. Karen bilang ke saya "Adel, can we stop here and take some pictures of it?" saya kaget. "haaaaahh? foto foto di sawah?" hahahaha saya langsung bicara pakai bahasa Indonesia ke Anthoni dan drivernya, Pak Komang, kalo orang-orang Wales ini kelihatan excited banget sama sawah. hal yang bagi saya tidak pernah terjadi untuk orang Indonesia.

eh ternyata, setelah saya ngobrol-ngobrol dengan mereka, di Wales itu nggak ada sawah. mereka makan nasi sih, tapi dari beras impor. jelas saja mereka begitu tertarik sewaktu melihat sawah. saya sempat tanya ke mereka, harga beras impor untuk satu liternya. Mereka bilang harganya bisa mencapai lebih dari 30.000 rupiah. wooooww. beruntung sekali negara kita ini. andai saja Indonesia masih dapat mempertahakan sebagai pengimpor beras terbesar di dunia seperti pada masanya Pak Harto. pasti harga beras di Indonesia bisa menjadi lebih murah. harga 6000 rupiah per liter beras saja masih banyak yang tidak menyanggupi untuk beli. ckckck sekali lagi miris.


sawah di Bali

Di Tanah Lot pun kami hanya foto-foto, main air, jalan-jalan, kemudian mengarah ke satu jalan kecil menanjak yang kiri dan kanannya adalah toko jualan. Angelo sama Josh, terlihat tertarik sekali dengan pajangan papan surf yang terbuat dari kayu. Kemudian tiba-tiba mata Ms. Karen terhenti di satu toko lukisan. dia melihat lukisan bunga abstrak berwarna hijau yang digantung di dinding. jatuh cinta pada pandangan pertama. Ms. Karen pun langsung minta saya untuk menanyakan harganya dan bantu menawar. aduh, padahal saya paling nggak bisa tawar-menawar. tapiii lucky me, mba-mba yang jualan salah menyebutkan harga lukisannya. dia bilang itu harganya 300 ribu rupiah, padahal aslinya 500 ribu. yah karna nggak bisa ditawar jadi lebih murah lagi, akhirya Ms. Karen mau beli lukisan itu seharga 300 ribu. Ms. Lynne juga beli dua lukisan bunga ukuran 20x20 cm seharga 270.000 rupiah. Ketahuan banget perubahan raut wajah Ms. Karen sehabis dari toko lukisan itu. Air mukanya langsung berubah menjadi sumringah. dia berkali-kali bilang terima kasih sama saya karna sudah bantu menawar harga. not bad, saya pun jadi merasa ikut senang :)


saya dan tim Wales. (dari kiri ke kanan: saya , Ms. Lynne, Alistair, Ms. Karen, Samantha, Josh, Mellissa, Bethan, Angelo, Sam)

Di depan toko lukisan. Ms. Lynne & Ms. Karen jatuh cinta pada pandangan pertama
(dari kiri ke kanan: Alistair, saya, Ms. Lynne, Ms. Karen)
Rencananya, sehabis dari Tanah Lot, kita semua mau tancap ke Garuda Wisnu Kencana untuk lihat sunset sambil menonton Tari Kecak di Ulowatu. tapiiii ternyata dijalan, anak-anaknya sudah pada kelaparan. saya lupa untuk kasih makan mereka. parah yah hahahaha. karna ke GWK butuh waktu sekitar 1 jam lebih, dan mereka sudah nggak sabar mau cepat-cepat makan, akhirnya kami membatalkan rencana ke GWK dan beralih ke arah hotel untuk mencari restoran. Berhentilah kami di Padi Padi Lounge, yang menyediakan bermacam masakan ikan. saya pesan Gurame goreng, dan tim Wales sangat kaget begitu melihat ikan gurame goreng utuh yang disajikan di atas piring lengkap dengan nasi, lalapan dan sambel terasi. yummy. tapi mereka malah bengong dan kaget, membuat saya ingin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi mereka semua. mereka bingung dengan ikan goreng yang ada di hadapan saya. Samantha bilang begini "oh my God, it's staring at me, like it wants to eat me" hahahaha segitunya yah. saya minta mereka untuk mencoba. Awalnya mereka ragu tapi saya sedikit memaksa. Akhirnya mereka mau juga. Mereka bilang dagingnya lembut dan enak. tuh kaaaaan :)

No comments:

Post a Comment

leave your message here: