Global Enterprise Challenge 2010 (PART 3)

Habis makan siang, rencananya kami masih mau lanjut lagi ke Ulowatu, tetapi ternyata mereka sudah pada lelah, mereka lemas karena kepanasan. Mereka minta untuk kembali ke hotel untuk istirahat. Ms. Karen sempat bertanya ke saya, sehabis dari hotel kami akan ke Ulowatu lagi bisa atau nggak? dan saya bilang kalau nggak akan sempat, karena pasti kami akan ketinggalan sunsetnya. Akhirnya acara ke Ulowatu dibatalkan (padahal saya kepengen banget kesana). Padahal, di mobil saya sudah cerita panjang lebar ada apa saja di Ulowatu. sebenarnya mereka tertarik ketika saya bilang ada monyetnya.
Mereka bicara ke saya kalau mereka mau kembali ke hotel dan langsung menceburkan diri ke kolam renang. hhhh saya bingung, katanya mereka ingin istirahat tapi kok malah berenang? ternyata, mereka memang benar-benar kepanasan di Bali. Dengan suhu sekitar 30' C mereka terasa seperti direbus katanya. "In Wales, the daily temperature is 15' C". Ya ampun, pantas saja. Temperatur AC yang paling dingin saja disini biasanya hanya sampai 18' C. Maka akhirnya kami pun kembali ke hotel, untuk berenang. FYI, saking panasnya Bali bagi mereka, dalam sehari mereka bisa bolak-balik berenang sampai lebih dari 3 kali loh. Saya sih bisa masuk angin kalau kayak gitu hehehe.


Josh hand-stand di dalam air. Saya sudah mencobanya berkali-kali, sampai hidung kemasukan air, tetep saja nggak bisa --..--
Ini lho, kolam renangnya. Letaknya di lantai tiga. Bagus kaaaan :)
Kalau yang ini, pemandangan matahari terbenam dilihat dari kolam renang. One of my favorite.

Pukul 20.00 WIT, waktunya dinner. saya diajak teman-teman Wales untuk dinner di restauran Italia di deretan Hotel Pullman. Sederet ini ada restauran jepang (Oenpao), restauran italai, Takigawa, dan ada klubnya juga. Di restoran italia ini sebenarnya menu utamanya adalah pizza,  namum saya memesan spaghetti bolognise karena kemarin malam saya sudah makan pizza sama panitia yang lain (Volcanoe pizza di Papa's Cafe).

Waktu pesanannya datang, saya kaget bukan main dengan porsi makan mereka. masing-masing dari mereka punya pesanan sendiri, dan kebanyakan mereka memesan pizza. Nah, satu porsi pizzanya ini kira-kira ada sepuluh slice, dan mereka sanggup untuk menghabiskannya, seorang diri. Sepuluh slice untuk satu orang. wow, saya melihatnya saja sudah begah. Ketika ngobrol-ngobrol dengan mereka, ternyata porsi makan malam mereka memang lebih banyak dari porsi makan siangnya. Pantas saja waktu makan siang dari Tanah Lot mereka minta sandwich, tetapi di Padi Padi Lounge yang mereka makan hanya Fish and Chips yang menurut saya adalah makanan untuk mengotori gigi saja hehehe.


Saya dan Samantha waktu dinner di Italian Restaurant
Sehabis makan, saya, Beth, Samantha dan Melissa mengobrol di luar. Beth asik berteleponan dengan pacarnya di Wales. tiba-tiba, Beth menangis. Ohlalaaaa kenapa anak ini? Saya, Sam dan Mellissa hanya bisa memandangi sambil memeluk Beth saja. Akhirnya Beth cerita ke kami panjang lebar, sambil tetep menangis. Duh, saya nggak ngerti Beth ngomong apa. Nggak nangis saja saya sudah sulit untuk mencerna bahasanya, dan sekarang ini dia bercerita sambil menangis. Ya apa boleh buat, saya cuma bisa senyum dan mengusap-ngusap dia saja. Beth & Sam pun kembali ke hotel duluan. Giliran saya dan Mellissa berdua di luar. Mel pun juga menelpon pacarnya di Wales dan cerita mengenai Beth. Untungnya saya bisa menangkap apa yang dibicarain sama Mel, jadi saya bisa jadi mengerti tadi Beth kenapa. Singkat cerita, hanya ada salah paham kecil di antara dia dengan pacarnya di Wales.


Sewaktu sudah lewat tengah malam, akhirnya saya kembali ke hotel. Ms. Karen, Alistair, Sam dan Josh masih di Italian Restaurant. Waktu di hotel, ternyata tim dari Singapur & Filipin sudah datang. Saya di lobby, mengobrol bareng Angelo dan mereka masih sibuk check in. Nggak lama kemudian, tim Wales yang lain datang, dan tebak apa yang mereka bilang, "Adel, would you come to have a swim with us?". Alamak, berenang di tengah malam gini?? Ternyata, biarpun sudah berada di ruangan berAC, mereka tetap merasa kepanasan dan masih ingin menceburkan diri ke kolam renang. iihhh saya sudah merinding duluan membayangkan  dinginnya air kolam sedingin. Namun karena saya juga lelah akhirnya saya putuskan untuk tidur saja.

Philippines Team (yang keempat dan kelima dari kiri itu guru pendamping mereka). Wajah-wajahnya mirip orang Indonesia yah ? :p

Hari ketiga di hotel. ini baru pertama kalinya saya sarapan di hotel. Sebenarnya breakfast, lunch & dinner sudah disiapkan dari kemarin, cuma saya baru ingat kalau kemarin itu saya nggak sarapan, dan lunch & dinner saya di luar bareng teman-teman Wales, jadi saya belum sempat makan di hotel. Well , karena hotel ini namanya juga baru soft opening, jadi makanan dari outsource juga belum terlalu mewah, masih makanan biasa saja yang macamnya nggak terlalu banyak. Tapi lumayan enak dan bisa buat perut kenyang.
Hari ini Wales people berencana mau keliling dan belanja di daerah Legian dan sekitarnya. Saya nggak diajak :(. Saya nggak mau kalah, jadiiii saya juga menjadwalkan diri buat jalan-jalan dan cuci mata juga di daerah Legian. Kebetulan, saya punya teman di Bali, Mitha & Dhani. mereka yang menemani saya keliling-keliling. Yona juga ikut, biarpun padahal tadinya Yona nggak mau ikut hehehe.
Kelihatannya jalan yang kami lewati memang hanya memutari satu blok berbentuk persegi saja, tapi ternyataaaa itu luas, jadi perjalanan kami memakan waktu hampir dua jam dan sepanjang lebih dari tiga kilometer. Saya nggak menyangka ternyata sejauh ini, apalagi saya waktu itu (bodohnya) pakai high heels. Awalnya sih memang tidak apa-apa, karena selama di hotel ini saya juga pakai high heels terus. Tapi, selama hampir dua jam kami jalan terussssss, berasa juga nyut-nyutan di kaki. Alhasil sepanjang satu kilometer terakhir menuju hotel saya jalan nyeker. Untung di Bali, kalo di Jakarta nyeker begini mau dibilang apa? yah biarpun capek tapi saya senang bisa dapat topi rajut yang cantik :) Oh ya, ternyata di Bali bahasanya masih hampir sama dengan bahasa Jawa. Pada saat tawar-menawar harga barang, saya dibantu sama Mitha karena menurutnya kalau belanja dengan logat Bali atau Jawa bisa diberikan harga yang lebih murah. Kalau kelihatan sekali kita ini turis, wah bisa diberikan harga yang lebih mahal loh.


***

Malam ini ada Welcoming Dinner dan acara perkenalan peserta. Kelihatan sekali disini orang-orang yang stylish. Wales. Memang sih, dari awal saya jalan sama mereka, mereka itu sopan-sopan dan ramah sekali. Mereka sangat prepare sama acara ini. Waktu dinner di Italian Restaurant, mereka dressing semi formal. dress cantik dan kemeja. Di acara Welcoming Dinner ini pun saya muji sekali penampilan Mellissa. Dia menggunakan dress batik warna pink-hitam yang baru dia beli tadi waktu jalan-jalan seharga Rp 400.000. Saya bertugas jadi seksi dokumentasi. Tugasnya mengitari ruangan saja, foto apapun, sambil ngeksis juga hehehe



lobby hotel yang disulap jadi ruangan penyambutan dan perkenalan
Tim Jepang baru datang sekitar satu jam sebelum acara dimulai. Acara penyambutan ini diisi dengan perkenalan dari masing-masing tim. Singapur yang paling prepare. Karena tahun lalu mereka kalah dari Indonesia, mereka antusias sekali untuk mengalahkan tim Indonesia di tahun ini. Setiap detik, setiap menit, selalu dianggap bersaing sama mereka. Jadi dalam perkenalan pun mereka membuat tim mereka spesial dengan video perkenalan. Hari pertama mereka sampai di Bali, mereka ke pantai dan merekam video perkenalan mereka. Joget-joget di pantai, pakai background musik sejenis musik reggae dan ada drama kecilnya. applause.
Indo, Wales & Filipin pun nggak mau kalah. Sewaktu diberitahu kalau Singapur bikin 'persembahan', Filipin juga mempersiapkan diri mereka membuat sesuatu. Kelihatannya sih sejenis drama dan tarian. Mereka juga serius sekali untuk latihan, semenjak welcoming dinner. Yang lucunya, mereka membuat formasi segi lima seperti mau nge-cheers, dan dengan ekspresi wajah datar yang nggak berubah walaupun ditonton dan ditertawakan orang lain. Mereka mengangkat-angkat tangan, memonyong-monyongkan mulut, menggeliat-geliat, melakukan gerakan yang gitu deh pokoknya. Sempat saya komentar "ini mereka ngapain sih? mau nari apa lagi upacara adat?" hehehe


Tim Filipin dengan persembahannya

Wales, sangat sangat pemalu. Waktu saya membantu buat persembahan, saya menyarankan mereka untuk membuat drama kecil-kecilan atau nyanyi-nyanyi gitu. Tapi nggak ada yang mau. Mereka nggak cukup percaya diri katanya. Akhirnya mereka membuat enam fakta tentang Wales yang akan dibacakan satu per satu setelah menyebutkan nama mereka. Well, nggak buruk juga sih, fakta-fakta yang mereka bacakan bikin penonton "waaahh really?". Saya masih ingat salah satu yang mereka bacakan adalah jumlah jam terbang dari Wales ke Bali.

Tim Jepang, karena datang terlambat, mereka nggak sempat untuk membuat apa-apa. Mereka hanya menyebutkan nama mereka masing-masing saja.


Japan Team, dijemput di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Orang yang berdiri paling kanan ini namanya Pak Dede, Dia orang Indonesia loh, tapi karena lama tinggal di Jepang akhirnya beliau merubah kewarganegaraannya  menjadi Orang Jepang, dan dia menjadi guru pendamping untuk tim jepang. Sayang banget yah?
Indonesia, tetap nggak mau disaingi oleh Singapur dan Filipin. Kami dari Indonesia sebagai tuan rumah memberikan persembahan tarian bali dari tiga orang penari dari SMA. Skenarionya, penari ini akan menarik penonton buat diajak menari bersama. Saya spontan menyempilkan ide. Sewaktu tim indonesia akan maju, saya menyarankan ke mereka untuk bersembunyi di balik tembok. Jadi begitu nama mereka dipanggil, semua orang akan mencari dan "tadaaa" mereka muncul dari samping. hahahaha
Setelah perkenalan, peserta dibagikan kaos GEC dan udeng untuk photo group session besok.


Introduction from Wales Team. (dari kiri ke kanan: Josh, Angelo, Sam yang tinggi banget, Beth, Sam cewe, Mellissa)
 persembahan tarian dari Tim Indonesia
dari kiri: Yona & Ka Winda yang bertugas nyiapin udeng (kain khas Bali yang dipake di kepala)

Hari ketiga di Bali usai, waktunya tidur dan menyambut hari esok.





No comments:

Post a Comment

leave your message here: