Showing posts with label money. Show all posts
Showing posts with label money. Show all posts

secret recipe of getting passion jobs

someone asked me,
how could i often involve in some activities such international events and presenting/MC-ing job.
she asked did i search for vacancies or networks?

i answered,
networks and links are important indeed, and searching for vacancies is recommended.
but the thing is, once we've got that job, do it with full responsibility and do above the expectation.
satisfy people.
and most importantly, once we know what our passions are, always be sincere about it.
sincerity is reflected through our eyes and behavior. do it happily, and let people know.
as the result, we will be noticed and known with that specific thing (our passion).
so when some jobs are needed, surely we are the ones who will be looked for.

just like some people say "universe supports"
once we have a passion and we sincerely do it,
we don't have to always search for it.
it will come to us :)

Add caption

buat semua pengguna softlense

halo! gimana kondisi mata kalian? sehat?

kali ini  gw mau berbagi pengalaman sekaligus juga pelajaran menyangkut kesehatan mata.
mata adalah salah satu organ yang sebenarnya sangat vital tapi sayangnya banyak orang yang belum menyadari dan masih kurang memperhatikan kesehatan matanya.

Beberapa tahun yang lalu, mata gw masih sehat dan normal, ga ada minus atau silindernya, dan ga perlu pake kacamata. Beberapa hari yang lalu pun, mata gw masih terbilang sehat meskipun ada minusnya.
Mata gw ada minusnya pertama kali waktu kelas 2 SMA. waktu itu minusnya masih 0,25 untuk mata kiri dan 0,5 untuk mata kanan. Gw pun pake kacamata, tapi cuma minus 0,25 kiri dan kanan. itu juga ga setiap hari pake kacamatanya.
Waktu masuk kuliah, gw beralih ke soft lense. Waktu itu karna mata gw minusnya masih rendah, gw pake softlense yg normal, alias ga ada minusnya. Sekitar setahun, gw pun ganti soft lense yang ada minusnya 0,25.

September awal, mata kanan gw sempet iritasi. Baru pake softlensenya 5 menit, tapi udah perih banget. Padahal kadaluarsanya masih sebulan lagi. Mata gw pun sempet merah selama 2 hari. Gw obatin dengan pake obat tetes mata biasa. Setelah 2 hari, mata gw pun sembuh.
Sebulan yang lalu, ketika gw periksa mata lagi, minus mata gw yang sebelah kiri jadi 0,5 dan yang kanan jadi  1,0. Akhirnya gw pun beli softlense yg sesuai minusnya untuk kedua mata gw. Biasanya gw pake softlense merek X2 atau A+ yang kadar airnya sekitar 40-42%, tapi kali ini gw beli softlense diluar merek itu dengan kadar air 55%. Sekitar 2 minggu gw pake softlense itu, nyaman dan bening banget. Nah, tapi tiba-tiba mata kanan gw tiba2 jadi merah dan perih. Kejadiannya sama kayak yang di bulan september awal itu. Akhirnya gw lepas softlense dan ngobatin pake obat tetes mata biasa lagi. Kali ini merahnya sampe 3-4 hari.
Pas udah sembuh, gw pun kembali pake softlense itu lagi. Besok paginya, mata kanan gw periiiihhh banget sampe ga bisa dibuka. Tapi gw tahan sampe sekitar setengah jam, dan perihnya udah ilang. Gw lanjutin terus untuk pake sampe seharian. Pas malemnya, ketika gw lepas softlensenya, mata kanan gw jadi merah banget. Akhirnya gw pakein obat tetes mata biasa dan gw tinggal tidur.

Besok paginya, mata kanan gw jadi merah banget dan ada bintik putih kecil di bagian mata yang hitamnya. Panik, gw pun periksa ke dokter. Kata dokter, mata gw infeksi berat dan kornea mata kanan gw luka, dan lukanya udah cukup dalem. Kalo telat sedikit aja, mungkin mata gw bisa buta. Gw pun ga dibolehin lagi pake softlense dan disuruh pake kacamata. Kata dokter, kadar air yang dianjurkan untuk softlense itu berkisar antara 24 sampai 26 persen. Jadi kadar air 40 persen aja udah ketinggian, apalagi 55 persen. Soft lense dengan kadar air yang tinggi malah menghalangi mata kita untuk mendapatkan oksigen. Contohnya kayak di kulit aja, kalo kita pakein hansaplast basah terus2an, ketika hansaplastnya dibuka, kulit kita jadi pucat. Itu tandanya kulit ga mendapatkan oksigen. Prinsipnya sama kayak mata kita. Terus, kalo mau pake softlense itu sebaiknya konsul dulu sama dokter, dan softlense yang bagus itu yang bahannya silicon hydro gel.

Gw pun dikasih dua macam obat tetes dan 1 salep mata. Obat tetesnya yang satu (antibiotik) harus dipake satu tetes setiap jam, dan yang satu lagi satu tetes setiap dua jam. Salepnya dipake setiap mau tidur. Baik itu tidur malem atau tidur siang. Mau tidur 10 menit pun, salepnya mesti dipake. Dan dipakenya bukan di kantong mata atau di kelopak mata, tapi di bola matannya. Jadi gw pakenya di dalem kantong mata trus gw kedip-kedip biar salepnya nyebar ke seluruh bola mata. Kalo udah pake salep itu penglihatannya jadi buram dan putih semua, karna ketutupan salep. Jadi kalo udah pake salep gw langsung tidur. Kalo obat tetes yang antibiotiknya itu pahit. Darimana gw taunya? Mata itu nyambung sama hidung dan tenggorokan. Percaya ga percaya, tapi tiap habis pake tetes yang antibiotik, ada cairan yang ngalir lewat hidung ke tenggorokan dan itu rasanya pahit banget.

3 hari setelah periksa ke dokter itu, gw disuruh kontrol lagi. Mata gw udah ga terlalu merah lagi, dan udah ga terlalu sakit lagi. Karna waktu kontrol pertama, kedip pun sakit, dan ga kuat liat cahaya matahari. Sekarang, kedip udah biasa aja dan udah bisa liat ke luar tanpa pake kacamata hitam.
Pas diperiksa, kata dokter infeksinya udah mereda, tapi lukanya masih ada dan masih aktif. Artinya, lukanya masih bisa nyebar. Luka di kornea mata kanan gw ini, katanya sudah sampe ke tengah kornea. Trus waktu kontrol, mata kiri gw ikutan jadi merah. Akhirnya mata kiri gw diperiksa juga sama dokter. Ternyata eh ternyata, kornea mata kiri gw juga luka, tapi masih di permukaan. Gw pun disuruh pake obat tetesnya jadi di kedua mata. Selain itu, gw juga disuruh untuk mengkonsumsi vitamin C 1000 mg sehari. Mungkin karna vitamin C itu antioksidan dan bagus untuk penyembuhan. Mata gw juga ga boleh kemasukan air apapun, selain obat tetes mata dan salep yang dikasih. Air mata? Air mata itu ternyata mengandung immunoglobin alias anti bakteri, jadi ga masalah kalo seandainya gw nangis juga hehehe
Dokternya bilang kalo gw masih harus kontrol sampe seminggu ke depan, karna sekarang itu istilahnya gw lagi kejar-kejaran sama lukanya. Gw harus telaten kasih obatnya sama minum vitamin Cnya. gw juga mesti banyak2 makan sayur sama olahraga. Jangan sampe luka ini jadi ukus (bolong) atau bahkan jadi jamur. Karna kalo jadi jamur itu bakal lebih bahaya dan gelajanya bisa bikin pusing atau migrain.
Gw juga punya temen yang pernah bermasalah di mata juga karna softlense. Bedanya, temen gw itu putih2 dimatanya ada di tengah2 dan berbentuk bercak, bukan titik. dan mata yang ada bercaknya itu gabisa melihat. Dia pake obat yang sama kayak gw, dan 5 hari udah sembuh. sekarang ini gw baru masuk di hari keempat dan titik putihnya masih ada. Gw berdoa aja semoga bisa cepet2 ilang bekasnya. Karna mata itu organ tubuh yang regenerasinya lebih lama dari organ2 tubuh yang lain.

Kejadian yang menimpa mata gw ini, bisa jadi pelajaran buat temen2 semua, khususnya yang pake softlense. Kalau  mau pake softlense, lebih baik konsul ke dokter dulu, jangan langsung pake aja. Lebih baik kita ngeluarin duit sedikit di depan untuk konsul ke dokter daripada ngeluarin duit banyak belakangan. FYI, gw udah menghabiskan sekitar 600 ribu rupiah selama 4 hari ini untuk biaya periksa dan beli obat. Untungnya gw periksa di rumah sakit yang ga terlalu mahal sih. Tapi ya itu. jangan sampe apa yang terjadi sama gw terjadi juga sama kalian. Mata itu berharga banget. Kadang kita ga sadar kalo mata itu berharga sampe kita nyaris kehilangan penglihatan kita. Sekarang gw mau nangis pun belum tentu bisa langsung ngebalikin mata gw kayak semula lagi. Buat yang ga pake softlense juga hati2 menjaga mata kalian. Turutin aja apa kata orang tua kita dulu yang bilang kita kalo nonton TV ga boleh deket2, baca buku ga boleh sambil tiduran, dll. Itu bener2 demi kesehatan mata kita juga kok.

Seperti kata pepatah, dari mata turun ke hati. Kalau masih pengen punya mata, harus hati2. Sekian dulu ceritanya, kapan-kapan dilanjut lagi. Makasih ya buat yang udah baca. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan bahagia :)

satu musibah, banyak pelajaran

disini saya mencoba untuk berbagi pengalaman. yah yang namanya pengalaman pasti nggak melulu yang bagus-bagus atau yang baik-baik. kali ini saya akan cerita salah satu pengalaman pahit di sela hidup saya, yang baru terjadi belum lama belakangan ini

yang namanya teknologi, sekarang ini sudah semakin maju, temasuk di dunia internet, banyak situs jejaring sosial yang menarik sehingga bisa jadi salah satu fenomena di negeri ini.
facebook, salah satunya. belum lama ini membooming, dibicarakan orang banyak dari bermacam kalangan. yang paling baru kemarin adalah masalah penculikan gadis-gadis, yang jadi gara-garanya adalah mudahnya percaya sama orang baru via facebook itu, sehingga mereka mau diajak ketemuan, ujung-ujung nya nggak pulang lagi kerumah .


well, yang mau saya ceritain disini sebenarnya bukan masalah penculikannya, that's all just the background. tapi masalah saya ini berasal dari sumber yang sama, facebook. kemudahan yang ditawarkan facebook dalam membuat account sebenarnya tidak menjamin keaslian data/informasi orang yang mau buat account itu sendiri, sehingga banyak juga orang yang menipu, baik dari mengaku-aku jadi artis, tokoh terkenal lainnya, sampai masalah bisnis. banyak orang juga sekarang berbisnis via facebook, dari yang jual pulsa sampai niat bikin online shop. nah, online shop ini yang sebenernya sedari tadi akan saya bahas.

banyaknya online shop yang berkeliaran di facebook, dengan barang-barang yang ditawarkan sangat menggiurkan, mampu menarik pelanggan sampai beribu orang. itu juga yang terjadi sama saya. ada satu online shop yang menjual bermacam-macam sepatu dan baju, meng-add account saya. sebut saja itu adalah "S" olshop (online shop). setelah saya lihat barang-barangnya di album foto, jujur, saya tertarik sekali. dari barangnya yang unik, harganya juga terjangkau. akhirnya terjadilah transaksi antara saya dan "S" olshop itu. dia meminta uangnya ditransfer lewat atm.  selesai sudah, tinggal menunggu barang yang saya pesan itu datang kerumah.

tapi, setelah saya pikir-pikir lagi, tidak ada salahnya saya juga mencoba untuk menawarkan sepatu-sepatu lucu itu ke teman-teman saya yang tentu saja, saya juga ambil untung, berhubung kebutuhan saya akan uang tambahan waktu itu sedang cukup besar. akhirnya saya menawarkan barang-barang tersebut ke teman-teman saya dan diluar perkiraan saya, banyak banget yang mau. tanpa pikir panjang, saya pesan lagi ke olshop itu. tapi yah yang namanya anak sekolah, uang jajan terbatas. jadi saya memberikan keleluasaan sama teman saya buat bayar setengahnya dulu, setengah lagi dicicil sampai barangnya ada. saya bisa memberi keleluasaan itu juga karena dari pihak olshopnya bilang boleh mentransfer setengah dulu. tapi ternyata oh ternyata, setelah saya transfer setengahnya, besoknya olshop itu MAKSA saya supaya transfer sisanya lagi hari itu juga. dalam hati saya berpikir, "gila, dapet duit dari mana nih?" akhirnya saya minjem uang orang tua saya. nah asal tau saja, saya pinjam uang orang tua saya untuk modal itu sebanyak Rp. 500 rb. yang artinya uang teman-teman saya yang sudah saya transfer duluan juga sebesar itu. 500 ribu . jadi totalnya saya sudah transfer 1 juta lebih ke olshop itu. sedikit lega sudah bisa dapat pinjaman dari orang tua, sekarang waktunya saya buat tunggu barangnya datang. kata olshopnya, barangnya akan datang paling lambat tiga minggu kedepan. oke, toh saya pikir memang rata-rata olshop seperti itu butuh waktu segitu buat ngirim, berhubung olshop yang satu ini bikin barangnya dulu di pabrik.

seminggu sebelum tanggal dimana sepatu-sepatu itu seharusnya datang, saya sudah berkeinginan buat ngehubungin olshop itu. tapi saya mengurungkan niat sampai H-2. olshop itu punya dua nomor HP, yang sialnya nggak bisa dihubungin dua-duanya. nah, langsung tuh saya deg-degan setengah mati "mati nih gw ketipu".  tapi saya coba buat berpikir positif. mungkin memang lagi nggak aktif hpnya. akhirnya saya langsung buka profil facebooknya, dan bikin saya lemes setengah mati.

di profil faceboknya itu sudah banyak banget caci maki dari orang-orang yang mengatakan bahwa itu olshop nipu lah, kabur lah, bla bla bla. tapi olshop itu beralibi kalo dia kecelakaan dan dirawat di salah satu rumah sakit di bilangan jakarta selatan. ngakunya sih hp nya nggak bisa dihubungin dua-duanya gara-gara kecelakaan itu.

abis itu saya coba buat tetep pikir positif. mungkin dia memang bener kecelakaan.
akhirnya saya tunggu sampai tujuh hari lewat dari hari H, barang-barang yang saya pesan tak kunjung datang. saya pun langsung menghubungi semua korban yang ada di faceboknya. saya cari info tentang olshop itu, dan 90% bilang kalo olshop itu emang penipu. kalian bisa bayangkan bagaimana perasaan saya waktu itu. marah, kecewa, takut, sedih, semua campur aduk. saya berpikir bagaimana saya bilang ke teman-teman, bagaimana saya mengganti uang teman-teman. OH MY GOD. saya kena musibah.

sempat ada pikiran dan bermacam rencana sudah saya susun buat menyelidiki masalah ini sampe ke jalur hukum. saya mau seret olshop itu ke polisi tapi agak berat buat saya, yang waktu itu lagi dalam minggu-minggu ujian. ada satu korban dari Cibubur, yang juga ngotot banget buat nyelesain masalah ini. padahal dia ketipu cuma 500 ribu. oke, saya tahu itu banyak yah, tapi masih lebih nyesek saya yang sampe sejuta lebih. ckckck

dia, sebut aja "N", sudah mengajak korban-korban yang lain ketemuan buat ngomongin masalah ini. sayangnya saya nggak ikut waktu ketemuan itu, karena tempatnya jauh, dan saya juga ada hal lain yang saya prioritaskan. akhirnya setelah mereka ketemuan, saya dikabarkan kalau awal bulan ini mereka mau mendatangi sekolah si yang punya olshop di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan. saya ragu untuk datang, berhubung itu adalah sehari setelah ulang tahun saya, jadi saya masih mau bersama-sama teman-teman dan keluarga saya dulu hehehe


saya coba untuk sharing ke teman-teman terdekat saya. mereka juga kaget. yang tadinya saya hampir hopeless buat nyelesain masalah ini, tapi tanpa sadar komentar dari mereka bisa menguatkan saya. setelah saya cerita masalah saya ini , mereka bilang "gila , gw salut banget sama lo del , padahal tadi lo masih bisa ketawa-tawa , ga nyangka kalo ternyata lo punya masalah seberat ini ..." itu kata-kata yang secara tidak sengaja menyadarkan saya, masa sih saya kuat? padahal saya merasa sepertinya saya ini cengeng banget deh, kalo begitu, saya harus kuat.

dari situ saya coba buat tegar, menjalani masalah ini dengan lapang dada dan berpasrah diri sama YME.

saatnya untuk bicara ke teman-teman. disini yang dipertaruhkan adalah harga diri saya. tapi saya beraniin diri buat ngomong, saya berpikir ini adalah kesalahan saya, saya harus tanggung jawab dan ini resikonya. apapun jadinya nanti, yang penting saya bicara dulu. akhirnya saya berhasil ngomomg ke semua teman saya yang kemarin membeli sepatu itu. saya minta maaf dan minta pengertian dari mereka juga, saya akan mengganti uang mereka tapi mungkin nggak bisa cepat-cepat. beberapa dari mereka memasang tampang kecewa, tapi sebagian besar bisa mengerti. beberapa malah ngedukung saya, "yaudah gapapa del , lo sabar aja , kalo udah ada ya lo ganti , kalo belom juga ga usah maksain". Nah, tapi ada juga yang kesannya meminta untuk diganti cepat-cepat (dan ini membebani batin saya banget) malah ada yang mau ikut campur buat nyelesain masalah ini, menarik pelakunya ke jalur hukum.

yah kurang lebih itu lah pengalaman kurang menyenangkan saya yang bisa saya ceritakan. tapi dimana-mana, semua kejadian pasti ada hikmahnya. hikmah yang bisa saya dapatkan dari pengalaman ini dan mungkin juga bisa jadi pelajaran buat para pembaca sekalian :

1. kalau dapat musibah apapun, JANGAN MENYERAH DULUAN. selalu ingat bahwa Tuhan nggak pernah memberi musibah yang hambanya nggak bisa ngelewatin. sabar, berdoa, minta petunjuk dari Tuhan supaya diberi jalan keluar yang mudah. kita harus optimis, harus yakin kalau kita pasti bisa ngelewatin ini semua. inget juga pepatah "semakin tinggi pohon itu tumbuh , semakin besar angin yang menerpanya" . inget aja keimanan kita sedang diuji disini. anggep aja kita lagi ujian buat naik level. kalo mau naik kelas aja harus ada ujiannya kan? yah kurang lebih anggep aja begitu . yang pasti jangan nyerah. kita harus belajar kuat, karna sebenarnya masih banyak orang yang mengalami musibah jauh jauh lebih berat daripada kita, dan mereka masih bisa bertahan sampe sekarang  :) :)

2. Jangan mudah percaya sama orang. apalagi lewat facebook. sama orang yang udah kenal aja msaih bisa ngekhianatin kita , gimana sama orang yang baru kenal ? inget kan berita berita yang ada di tv , masalah penculikan ,penipuan , dan lain lain . kalo kita mau e-shopping (belanja lewat internet) sebaiknya cari yang terpercaya , cari yang udah terkenal namanya , yang namanya udah harum di kalangan e-shopper . cari juga alamat lengkap , nomor yang bisa dihubungin , nama pemilik , dll . kita juga bisa sharing/ngobrol sesama e-shopper lainnya tentang olshop yang bagus , yang mencurigakan , cara" transaksi yang nyaman , dan lain lain . pokoknya sebisa mungkin cari semua data yang penting deh supaya kemungkinan untuk ketipu itu kecil .

3. biarpun ini maslaah pribadi, ga ada salahnya kita sharing ke orang-orang terdekat yang kita percaya, atau seenggak-enggaknya ke keluarga. setertutup apapun kita, kita harus bisa coba untuk berbagi . percaya deh, pasti bakalan ada rasa lega biarpun cuma sedikit karna bisa berbagi masalah ini . beban kita pun secara nggak sadar akan terangkat biarpun seringan bulu. lagipula, tanpa kita prediksi siapa tau mereka bisa membantu nyelesain masalah kita, atau setidaknya memberi saran yang membantu, yang selama ini nggak pernah terlintas di benak kita :)

4. selalu dekatkan diri sama Tuhan. jangan pernah malu buat meminta. Tuhan jauh kalau kita jauh. kalau kita mendekatkan diri, pasti Tuhan akan jadi lebih dekat dari yang kita kira :) musibah seperti ini pun sebenarnya adalah salah satu jalan untuk mendekatkan diri dengan Tuhan :)


well , that's all . semoga ini bisa bermanfaat buat kita semua, semoga bisa jadi inspirasi kita untuk bisa jadi lebih maju kedepan jadi lebih baik :)