Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts

Global Enterprise Challenge 2010 (PART 4)

Hari keempat di Bali. Sarapan seperti biasa. Setelah sarapan, panitia menyiapkan beragam games kecil buat para peserta. Pertama-tama peserta diacak dan digabung jadi satu tim. Masing-masing tim harus mencari pos-pos yang dijaga sama LO untuk menyelesaikan games yang ada di setiap pos. Kalau mereka berhasil menyelesaikan gamesnya, mereka akan mendapatkan satu buah sticker dari masing-masing pos. Tim yang menang adalah tim dengan jumlah stiker terbanyak.

Gamesnya adalah:


1. Water Rocket (dijaga sama Rizky)
disini mereka harus bisa nerbangin botol plastik ukuran satu liter yang berisi air dengan cara dipompa.
Mellisa dan Megan dari Filipin


2. Brain Games (dijaga sama Anthoni)
di pos ini, ada macam-macam games asah otak yang harus mereka selesakan dalam waktu lima menit.







3. Fountain (dijaga sama Erwin Chan dari Singapur)
Peserta harus membuat pola-pola air yang ada didalam baskom tembaga gedeeee dengan cara menggosok-gosokkan tangan mereka ke pegangan baskomnya yang terbuat dari tembaga.
Sam did a good pattern on this game. he has great hands




4. Wood Bridge (dijaga sama Yona)
peserta harus menyusun potongan balok-balok kayu menjadi jembatan lengkung yang nantinya jembatan itu harus kuat diinjak sama salah satu pesertanya.
ini games yang paling susah loh, nggak ada yang bisa bikin. cuma Ka Sai doang yang bisa :) ini ka Winda hehehe




5. Tibetan Bowl (dijaga saya! :))
ini adalah sebuah mangkok tembaga yang bernama Tibetan Bowl. Peserta harus bisa menghasilkan suara dengungan dari mangkok ini dengan cara memutar gagang kayu mengelilingi mangkok.


Emri dari Indonesia lagi serius membunyikan mangkuk ini



Daaaan pemenangnya adalaaaaaah (tereteteteeeeeettt !)
Asik dapat hadiah! Selamat yaa :)

***


Semua games tadi berakhir sampe sekitar siang hari. Setelah games, semua peserta diberikan waktu untuk siap-siap, mandi, bersih-bersih dan ganti baju. Sorenya, kita semua kumpul lagi di aula. Sore ini adalah waktu yang paling mendebarkan, karena challenge GEC akan diberikan. Setelah beberapa kata sambutan dan pembukaan, akhirnya challenge ditayangkan pada pukul 14.00. Dan challengenya adalaaaaah.....

“To produce a working model of an innovative game for a family of four (2 adults + 2 children aged 8-12) that addresses the issues and challenges facing the world in 2030.”
When the challenge was announced


***

24 hours challenge starts from now! Dan berikut beberapa dokumentasi dari ketegangan 24 jam:


Galih dari INDONESIA! :)
Tim Jepang, nggak takut kecurian ide, karena memang cuma mereka yang mengerti tulisan kanji. Cerdas :)
Amunisi tim Wales. Saya mulai suka milo chocobar dari sini sampe sekarang :").

Waktu belanja bahan untuk membuat prototype. Seharusnya saya ikutan foto disini, hanya lagi muter-muter nemenin Josh mencari Duty Free --..--
Saat mba wartawan dan mas kameramen dari TV One meliput

Prototype dari tim Indonesia
Prototype tim Wales



*Continue to Global Enterprise Challenge 2010 (PART 5)*

Global Enterprise Challenge 2010 (PART 3)

Habis makan siang, rencananya kami masih mau lanjut lagi ke Ulowatu, tetapi ternyata mereka sudah pada lelah, mereka lemas karena kepanasan. Mereka minta untuk kembali ke hotel untuk istirahat. Ms. Karen sempat bertanya ke saya, sehabis dari hotel kami akan ke Ulowatu lagi bisa atau nggak? dan saya bilang kalau nggak akan sempat, karena pasti kami akan ketinggalan sunsetnya. Akhirnya acara ke Ulowatu dibatalkan (padahal saya kepengen banget kesana). Padahal, di mobil saya sudah cerita panjang lebar ada apa saja di Ulowatu. sebenarnya mereka tertarik ketika saya bilang ada monyetnya.
Mereka bicara ke saya kalau mereka mau kembali ke hotel dan langsung menceburkan diri ke kolam renang. hhhh saya bingung, katanya mereka ingin istirahat tapi kok malah berenang? ternyata, mereka memang benar-benar kepanasan di Bali. Dengan suhu sekitar 30' C mereka terasa seperti direbus katanya. "In Wales, the daily temperature is 15' C". Ya ampun, pantas saja. Temperatur AC yang paling dingin saja disini biasanya hanya sampai 18' C. Maka akhirnya kami pun kembali ke hotel, untuk berenang. FYI, saking panasnya Bali bagi mereka, dalam sehari mereka bisa bolak-balik berenang sampai lebih dari 3 kali loh. Saya sih bisa masuk angin kalau kayak gitu hehehe.


Josh hand-stand di dalam air. Saya sudah mencobanya berkali-kali, sampai hidung kemasukan air, tetep saja nggak bisa --..--
Ini lho, kolam renangnya. Letaknya di lantai tiga. Bagus kaaaan :)
Kalau yang ini, pemandangan matahari terbenam dilihat dari kolam renang. One of my favorite.

Pukul 20.00 WIT, waktunya dinner. saya diajak teman-teman Wales untuk dinner di restauran Italia di deretan Hotel Pullman. Sederet ini ada restauran jepang (Oenpao), restauran italai, Takigawa, dan ada klubnya juga. Di restoran italia ini sebenarnya menu utamanya adalah pizza,  namum saya memesan spaghetti bolognise karena kemarin malam saya sudah makan pizza sama panitia yang lain (Volcanoe pizza di Papa's Cafe).

Waktu pesanannya datang, saya kaget bukan main dengan porsi makan mereka. masing-masing dari mereka punya pesanan sendiri, dan kebanyakan mereka memesan pizza. Nah, satu porsi pizzanya ini kira-kira ada sepuluh slice, dan mereka sanggup untuk menghabiskannya, seorang diri. Sepuluh slice untuk satu orang. wow, saya melihatnya saja sudah begah. Ketika ngobrol-ngobrol dengan mereka, ternyata porsi makan malam mereka memang lebih banyak dari porsi makan siangnya. Pantas saja waktu makan siang dari Tanah Lot mereka minta sandwich, tetapi di Padi Padi Lounge yang mereka makan hanya Fish and Chips yang menurut saya adalah makanan untuk mengotori gigi saja hehehe.


Saya dan Samantha waktu dinner di Italian Restaurant
Sehabis makan, saya, Beth, Samantha dan Melissa mengobrol di luar. Beth asik berteleponan dengan pacarnya di Wales. tiba-tiba, Beth menangis. Ohlalaaaa kenapa anak ini? Saya, Sam dan Mellissa hanya bisa memandangi sambil memeluk Beth saja. Akhirnya Beth cerita ke kami panjang lebar, sambil tetep menangis. Duh, saya nggak ngerti Beth ngomong apa. Nggak nangis saja saya sudah sulit untuk mencerna bahasanya, dan sekarang ini dia bercerita sambil menangis. Ya apa boleh buat, saya cuma bisa senyum dan mengusap-ngusap dia saja. Beth & Sam pun kembali ke hotel duluan. Giliran saya dan Mellissa berdua di luar. Mel pun juga menelpon pacarnya di Wales dan cerita mengenai Beth. Untungnya saya bisa menangkap apa yang dibicarain sama Mel, jadi saya bisa jadi mengerti tadi Beth kenapa. Singkat cerita, hanya ada salah paham kecil di antara dia dengan pacarnya di Wales.


Sewaktu sudah lewat tengah malam, akhirnya saya kembali ke hotel. Ms. Karen, Alistair, Sam dan Josh masih di Italian Restaurant. Waktu di hotel, ternyata tim dari Singapur & Filipin sudah datang. Saya di lobby, mengobrol bareng Angelo dan mereka masih sibuk check in. Nggak lama kemudian, tim Wales yang lain datang, dan tebak apa yang mereka bilang, "Adel, would you come to have a swim with us?". Alamak, berenang di tengah malam gini?? Ternyata, biarpun sudah berada di ruangan berAC, mereka tetap merasa kepanasan dan masih ingin menceburkan diri ke kolam renang. iihhh saya sudah merinding duluan membayangkan  dinginnya air kolam sedingin. Namun karena saya juga lelah akhirnya saya putuskan untuk tidur saja.

Philippines Team (yang keempat dan kelima dari kiri itu guru pendamping mereka). Wajah-wajahnya mirip orang Indonesia yah ? :p

Hari ketiga di hotel. ini baru pertama kalinya saya sarapan di hotel. Sebenarnya breakfast, lunch & dinner sudah disiapkan dari kemarin, cuma saya baru ingat kalau kemarin itu saya nggak sarapan, dan lunch & dinner saya di luar bareng teman-teman Wales, jadi saya belum sempat makan di hotel. Well , karena hotel ini namanya juga baru soft opening, jadi makanan dari outsource juga belum terlalu mewah, masih makanan biasa saja yang macamnya nggak terlalu banyak. Tapi lumayan enak dan bisa buat perut kenyang.
Hari ini Wales people berencana mau keliling dan belanja di daerah Legian dan sekitarnya. Saya nggak diajak :(. Saya nggak mau kalah, jadiiii saya juga menjadwalkan diri buat jalan-jalan dan cuci mata juga di daerah Legian. Kebetulan, saya punya teman di Bali, Mitha & Dhani. mereka yang menemani saya keliling-keliling. Yona juga ikut, biarpun padahal tadinya Yona nggak mau ikut hehehe.
Kelihatannya jalan yang kami lewati memang hanya memutari satu blok berbentuk persegi saja, tapi ternyataaaa itu luas, jadi perjalanan kami memakan waktu hampir dua jam dan sepanjang lebih dari tiga kilometer. Saya nggak menyangka ternyata sejauh ini, apalagi saya waktu itu (bodohnya) pakai high heels. Awalnya sih memang tidak apa-apa, karena selama di hotel ini saya juga pakai high heels terus. Tapi, selama hampir dua jam kami jalan terussssss, berasa juga nyut-nyutan di kaki. Alhasil sepanjang satu kilometer terakhir menuju hotel saya jalan nyeker. Untung di Bali, kalo di Jakarta nyeker begini mau dibilang apa? yah biarpun capek tapi saya senang bisa dapat topi rajut yang cantik :) Oh ya, ternyata di Bali bahasanya masih hampir sama dengan bahasa Jawa. Pada saat tawar-menawar harga barang, saya dibantu sama Mitha karena menurutnya kalau belanja dengan logat Bali atau Jawa bisa diberikan harga yang lebih murah. Kalau kelihatan sekali kita ini turis, wah bisa diberikan harga yang lebih mahal loh.


***

Malam ini ada Welcoming Dinner dan acara perkenalan peserta. Kelihatan sekali disini orang-orang yang stylish. Wales. Memang sih, dari awal saya jalan sama mereka, mereka itu sopan-sopan dan ramah sekali. Mereka sangat prepare sama acara ini. Waktu dinner di Italian Restaurant, mereka dressing semi formal. dress cantik dan kemeja. Di acara Welcoming Dinner ini pun saya muji sekali penampilan Mellissa. Dia menggunakan dress batik warna pink-hitam yang baru dia beli tadi waktu jalan-jalan seharga Rp 400.000. Saya bertugas jadi seksi dokumentasi. Tugasnya mengitari ruangan saja, foto apapun, sambil ngeksis juga hehehe



lobby hotel yang disulap jadi ruangan penyambutan dan perkenalan
Tim Jepang baru datang sekitar satu jam sebelum acara dimulai. Acara penyambutan ini diisi dengan perkenalan dari masing-masing tim. Singapur yang paling prepare. Karena tahun lalu mereka kalah dari Indonesia, mereka antusias sekali untuk mengalahkan tim Indonesia di tahun ini. Setiap detik, setiap menit, selalu dianggap bersaing sama mereka. Jadi dalam perkenalan pun mereka membuat tim mereka spesial dengan video perkenalan. Hari pertama mereka sampai di Bali, mereka ke pantai dan merekam video perkenalan mereka. Joget-joget di pantai, pakai background musik sejenis musik reggae dan ada drama kecilnya. applause.
Indo, Wales & Filipin pun nggak mau kalah. Sewaktu diberitahu kalau Singapur bikin 'persembahan', Filipin juga mempersiapkan diri mereka membuat sesuatu. Kelihatannya sih sejenis drama dan tarian. Mereka juga serius sekali untuk latihan, semenjak welcoming dinner. Yang lucunya, mereka membuat formasi segi lima seperti mau nge-cheers, dan dengan ekspresi wajah datar yang nggak berubah walaupun ditonton dan ditertawakan orang lain. Mereka mengangkat-angkat tangan, memonyong-monyongkan mulut, menggeliat-geliat, melakukan gerakan yang gitu deh pokoknya. Sempat saya komentar "ini mereka ngapain sih? mau nari apa lagi upacara adat?" hehehe


Tim Filipin dengan persembahannya

Wales, sangat sangat pemalu. Waktu saya membantu buat persembahan, saya menyarankan mereka untuk membuat drama kecil-kecilan atau nyanyi-nyanyi gitu. Tapi nggak ada yang mau. Mereka nggak cukup percaya diri katanya. Akhirnya mereka membuat enam fakta tentang Wales yang akan dibacakan satu per satu setelah menyebutkan nama mereka. Well, nggak buruk juga sih, fakta-fakta yang mereka bacakan bikin penonton "waaahh really?". Saya masih ingat salah satu yang mereka bacakan adalah jumlah jam terbang dari Wales ke Bali.

Tim Jepang, karena datang terlambat, mereka nggak sempat untuk membuat apa-apa. Mereka hanya menyebutkan nama mereka masing-masing saja.


Japan Team, dijemput di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Orang yang berdiri paling kanan ini namanya Pak Dede, Dia orang Indonesia loh, tapi karena lama tinggal di Jepang akhirnya beliau merubah kewarganegaraannya  menjadi Orang Jepang, dan dia menjadi guru pendamping untuk tim jepang. Sayang banget yah?
Indonesia, tetap nggak mau disaingi oleh Singapur dan Filipin. Kami dari Indonesia sebagai tuan rumah memberikan persembahan tarian bali dari tiga orang penari dari SMA. Skenarionya, penari ini akan menarik penonton buat diajak menari bersama. Saya spontan menyempilkan ide. Sewaktu tim indonesia akan maju, saya menyarankan ke mereka untuk bersembunyi di balik tembok. Jadi begitu nama mereka dipanggil, semua orang akan mencari dan "tadaaa" mereka muncul dari samping. hahahaha
Setelah perkenalan, peserta dibagikan kaos GEC dan udeng untuk photo group session besok.


Introduction from Wales Team. (dari kiri ke kanan: Josh, Angelo, Sam yang tinggi banget, Beth, Sam cewe, Mellissa)
 persembahan tarian dari Tim Indonesia
dari kiri: Yona & Ka Winda yang bertugas nyiapin udeng (kain khas Bali yang dipake di kepala)

Hari ketiga di Bali usai, waktunya tidur dan menyambut hari esok.





Global Enterprise Challenge 2010 (PART 2)

Hari kedua di Bali, masih belum ada kerjaan yang begitu berarti, karena pembagian LO baru diadakan hari ini. saya memegang tim Wales, Yona memegang tim Filipin, Anthoni tim Jepang, Rizky tim Singapur. Tim Indonesia nggak dipegang oleh LO, karena Indonesia sebagai tuan rumah mempunyai previlege untuk bebas mau bertanya ke siapa saja. malahan, Indonesia mendapat pelatihan khusus dari panitia tahun lalu.


Tim Indonesia
Tim Indonesia saat mendapat pelatihan presentasi
Yang memberikan pelatihan ke tim Indonesia


Tim Indonesia baru datang sore ini, tim Filipin dan Jepang baru akan datang besok malam. Jadiiii baru tim Wales saja yang sudah nongkrong di hotel. Salah satu panitia, Ibu Sri, memberi kesempatan kepada Tim Wales untuk membebaskan diri mereka seharian ini. Toh acara masih akan diadakan lusa, jadi hari ini dan besok masih menjadi hari bebas mereka. Dari panitia menyediakan satu mobil elf utuk mereka sewa untuk jalan-jalan kemana saja. Panitia juga menyarankan Tim Wales untuk jalan-jalan ke selatan Bali. Akhirnya dibuatkanlah list tempat tujuan jalan-jalan untuk mereka. Daaaaaannn, "Adel, kamu kan LO mereka, kamu temenin mereka jalan-jalan yah hari ini. Jadi tour guide." Oh-My-God. jujur saja, di dalam pikiran saya, saya spontan bilang "asik! kapan lagi bisa jalan-jalan di Bali bareng bule-bule cantik dan ganteng?" tapi di sisi lain, "bareng bule. bulenya kalo ngomong kayak kumur-kumur. mati nih. mau ngomong apa ke mereka? gw masih merasa kemampuan bahasa inggris gw masih ga ada apa-apanya". Untungnya, Anthoni juga ikut menemani saya untuk jalan-jalan sama Tim Wales. yah lumayan sedikit-sedikit akan ada yang bisa saya ajak bicara bahasa Indonesia dan sedikit membantu saya kalau pembicaraan tim Wales ada yang saya nggak mengerti hehehe

Waktunya berangkat. Sebelum jalan, saya sempat kenalan dan pendekatan diri dulu sama mereka. Awal-awal mengobrol, saya malah bertukat bahasa sama pendampingnya. saya mengajarkan dia salam menggunakan bahasa Indonesia, dia juga mengajarkan saya mengucapkan salam menggunakan bahasa Wales. eeehh lalu pendamping tim Wales bilang begini "your English is good". WAH masa sih? padahal saya mengerahkan segenap usaha saya buat ngobrol sama mereka (lebay). yah wajar selama ini saya jarang berbicara menggunakan bahasa inggris, jadi disaat tiba-tiba saya dituntut untuk bicara, otomatis saya jadi kagok hahaha. tapi lumayan, pujian tadi bisa membangkitkan semangat & percaya diri saya kembali :)


Tujuan kami adalah ke Tanah Lot, Pusat Oleh-oleh Kresna, Jimbaran, Ulowatu dan Garuda Wisnu Kencana. Pertama-tama kami jalan ke Kresna, belanja oleh-oleh. Di jalan menuju Kresna, pendamping tim Wales, Ms. Lynne, Ms. Karen dan Alistair mau menukar uang mereka terlebih dahulu, jadi kami mampir ke Money Changer. Ini pertama kalinya saya ke money changer bareng bule hehehe. Sehabis menukar uangnya, mereka kaget dan heboh. sekitar 600-700 euro yang mereka tukarkan, mereka mendapatkan sekitar 6 juta rupiah lebih. banyak ya. sehabis dari money changer, mereka langsung cerita ke anak-anak Wales yang lainnya, "we changed for only about 700 euro and we got more than 6 million rupiahs. A lot of money". yah, padahal sih mata uang rupiahnya aja yang rendah nilai tukernya ya dibanding sama euro. miris.



Tanah Lot

Sehabis dari kresna, kami tancap gas ke Tanah Lot. Di perjalanan, kiri dan kanan kami terhampar sawah sawah Bali yang berundak-undak. saya sih sudah biasa lihat sawah. tapi tiba-tiba Ms. Karen bilang ke saya "Adel, can we stop here and take some pictures of it?" saya kaget. "haaaaahh? foto foto di sawah?" hahahaha saya langsung bicara pakai bahasa Indonesia ke Anthoni dan drivernya, Pak Komang, kalo orang-orang Wales ini kelihatan excited banget sama sawah. hal yang bagi saya tidak pernah terjadi untuk orang Indonesia.

eh ternyata, setelah saya ngobrol-ngobrol dengan mereka, di Wales itu nggak ada sawah. mereka makan nasi sih, tapi dari beras impor. jelas saja mereka begitu tertarik sewaktu melihat sawah. saya sempat tanya ke mereka, harga beras impor untuk satu liternya. Mereka bilang harganya bisa mencapai lebih dari 30.000 rupiah. wooooww. beruntung sekali negara kita ini. andai saja Indonesia masih dapat mempertahakan sebagai pengimpor beras terbesar di dunia seperti pada masanya Pak Harto. pasti harga beras di Indonesia bisa menjadi lebih murah. harga 6000 rupiah per liter beras saja masih banyak yang tidak menyanggupi untuk beli. ckckck sekali lagi miris.


sawah di Bali

Di Tanah Lot pun kami hanya foto-foto, main air, jalan-jalan, kemudian mengarah ke satu jalan kecil menanjak yang kiri dan kanannya adalah toko jualan. Angelo sama Josh, terlihat tertarik sekali dengan pajangan papan surf yang terbuat dari kayu. Kemudian tiba-tiba mata Ms. Karen terhenti di satu toko lukisan. dia melihat lukisan bunga abstrak berwarna hijau yang digantung di dinding. jatuh cinta pada pandangan pertama. Ms. Karen pun langsung minta saya untuk menanyakan harganya dan bantu menawar. aduh, padahal saya paling nggak bisa tawar-menawar. tapiii lucky me, mba-mba yang jualan salah menyebutkan harga lukisannya. dia bilang itu harganya 300 ribu rupiah, padahal aslinya 500 ribu. yah karna nggak bisa ditawar jadi lebih murah lagi, akhirya Ms. Karen mau beli lukisan itu seharga 300 ribu. Ms. Lynne juga beli dua lukisan bunga ukuran 20x20 cm seharga 270.000 rupiah. Ketahuan banget perubahan raut wajah Ms. Karen sehabis dari toko lukisan itu. Air mukanya langsung berubah menjadi sumringah. dia berkali-kali bilang terima kasih sama saya karna sudah bantu menawar harga. not bad, saya pun jadi merasa ikut senang :)


saya dan tim Wales. (dari kiri ke kanan: saya , Ms. Lynne, Alistair, Ms. Karen, Samantha, Josh, Mellissa, Bethan, Angelo, Sam)

Di depan toko lukisan. Ms. Lynne & Ms. Karen jatuh cinta pada pandangan pertama
(dari kiri ke kanan: Alistair, saya, Ms. Lynne, Ms. Karen)
Rencananya, sehabis dari Tanah Lot, kita semua mau tancap ke Garuda Wisnu Kencana untuk lihat sunset sambil menonton Tari Kecak di Ulowatu. tapiiii ternyata dijalan, anak-anaknya sudah pada kelaparan. saya lupa untuk kasih makan mereka. parah yah hahahaha. karna ke GWK butuh waktu sekitar 1 jam lebih, dan mereka sudah nggak sabar mau cepat-cepat makan, akhirnya kami membatalkan rencana ke GWK dan beralih ke arah hotel untuk mencari restoran. Berhentilah kami di Padi Padi Lounge, yang menyediakan bermacam masakan ikan. saya pesan Gurame goreng, dan tim Wales sangat kaget begitu melihat ikan gurame goreng utuh yang disajikan di atas piring lengkap dengan nasi, lalapan dan sambel terasi. yummy. tapi mereka malah bengong dan kaget, membuat saya ingin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi mereka semua. mereka bingung dengan ikan goreng yang ada di hadapan saya. Samantha bilang begini "oh my God, it's staring at me, like it wants to eat me" hahahaha segitunya yah. saya minta mereka untuk mencoba. Awalnya mereka ragu tapi saya sedikit memaksa. Akhirnya mereka mau juga. Mereka bilang dagingnya lembut dan enak. tuh kaaaaan :)

Global Enterprise Challenge 2010 (PART 1)

Here i want to share my experience of becoming a Liaison Officer (LO) in Global Enterprise Challenge (GEC) at Kuta, Bali, 11 June until 16 June 2010.

Global Enterprise Challenge (GEC), adalah sebuah kompetisi yang menggabungkan sains dengan kemampuan berbisnis (entrepreneur) dengan ruang lingkup internasional. Peserta GEC diberikan tantangan yang harus diselesaikan dalam 24 jam. Tantangan tersebut adalah untuk mencari solusi dari sebuah masalah yang ditentukan dengan membuat bisnis dan membuat maket (prototype)nya.

kebetulan, di tahun 2009 saya dan teman saya Alifian, mewakili sekolah kami, SMAN 2 Kota Tangerang Selatan, untuk ikut acara ASEAN Science Enterprise Challenge (ASEC). ASEC ini adalah kompetisi serupa GEC yang diadakan di beberapa negara di ASEAN dengan tujuan menyaring para pesertanya supaya bisa berunjuk keahlian di GEC (*lihat post  mengenai ASEC*).
di tahun saya mengikuti ASEC, terpilih satu kelompok sebagai wakil indonesia untuk ikut GEC. Alhamdulillah, tim Indonesia waktu itu bisa menduduki peringkat pertama di GEC, dan menjadi juara dunia. Nah, karena pada tahun 2009 Indonesia juaranya, maka Indonesia terpilih untuk jadi host (tuan rumah) di acara GEC tahun 2010 di Kuta, Bali.
awal cerita saya bisa menjadi LO di GEC, bisa dibilang berawal dari keikutsertaan saya di ASEC itu sendiri. Sebagai alumni ASEC 2009 yang tetap menjaga hubungan dan komunikasi yang baik sesama alumni dan panitianya, maka saya pun terpilih untuk menjadi LO di ASEC 2010 yang dilaksanakan di Imperial Aryaduta, Karawaci - Tangerang tanggal 28-30 Juni 2010. sama seperti ASEC 2009, di ASEC 2010 ini terpilih satu kelompok yang akan mewakilkan Indonesia di ajang GEC 2010. Dan dengan segala usaha dan doa, akhirnya 4 orang LO bisa ikut mendampingi tim Indonesia ke ajang GEC di Kuta, Bali. beruntung sekali saya yang bisa ikut ke Bali gratis, tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.


menunggu departure time di Bandara Soekarno Hatta (dari kiri ke kanan: saya, Rizky, Yona)
saya dan ketiga teman LO yang lain berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta secara bersamaan hari Jumat, 11 Juni 2010. Perjalanan kami lancar dan menyenangkan. Sampai di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, kedatangan kami ternyata bersamaan dengan salah satu tim peserta GEC, tim Wales. Kesan pertama saya melihat kedatangan mereka adalah kaget ketika tahu bahwa mereka yang datang itu adalah murid murid semururan dengan saya. Padahal di mata saya mereka kelihatan dewasa sekali. saya sempat bertanya-tanya dimana peserta GEC nya? mengapa yang datang pendamping semua? ternyata, mereka itulah pesertanya :)

awal saya bertemu tim Wales pun sebenernya juga ada perasaan grogi mendengar percakapan mereka yang berbahasa inggris dan beraksen british. sungguh sulit untuk dicerna dan dimengerti. Seketika saya merasa seperti orang awam, Bahasa Inggris yang sudah saya pelajari selama belasan tahun ini seakan-akan tidak ada gunanya. ketika kertemu dengan mereka hari itu, saya cuma bisa senyum-senyum aja hehehe



Welcome to Bali!


dari 14 tim peserta GEC 2010, hanya 5 tim yang ikut berlomba di Bali, yaitu tim Indonesia, Jepang, Filipina, Singapura dan Wales. Kami pun sebagai LO akhirnya memilih masing masing satu tim untuk kami dampingi. kebetulan, saya memegang tim dari Wales.
Awalnya saya tidak berniat untuk meng-handle tim Wales, tetapi teman LO saya, Yona, bilang begini, "Del, lo pegang tim Wales aja" dan entah mengapa saya spontan bilang, "oke". Tapi semakin kesini saya merasa "yah kenapa enggak? kesempatan buat nambahin skill bahasa inggris saya. kalo ga sekarang kapan lagi bisa deket sama bule bule inggris?" hehehehe


Hari pertama di Bali, dari Bandara Ngurah Rai, saya, Yona, Anthoni dan Rizky dijemput sama Mas Aji, panitia GEC dari Indonesia juga. sehabis ikut menyambut dan mesam-mesem sama Wales, akhirnya kami berangkat ke hotel juga. awalnya kami kira kami akan diangkut naik mobil elf juga, seperti bule-bule Wales itu. yah pokoknya mobil yang ber-AC. Kemudian waktu kami jalan ke parkiran, mas Aji menunjuk mobil yang akan kami pakai: VW COMBI! aaaaaaaaa saya seneng banget, soalnya ini mobil kesukaan saya! VW COMBI warna ijo hehehe

baru masuk mobil, sudah ada saja kejadian lucu. mobil VW ini diparkir di tempat panas, dengan jendela tertutup, otomatis begitu di dalam, Mas Aji langsung ngotak-ngatik mobil VWnya, mencari kipas (toh nggak ada ACnya). iseng-iseng mencet sana sini, yang keluar malah air wiper dan klakson mobil yang bunyinya nggak waras banget :p
setelah beberapa menit, akhirnya kami siap-siap jalan nih supaya dapet angin lewat jendela. tapi ternyataaa di belakang mobil kami ada sekeluarga dengan ras cina yang asik banget ngobrol, menghalangi jalan. Menunggu mereka selesai ngobrol lamaaaa sekali, seakan-akan mereka nggak menyadari kalau ada mobil yang mau keluar. kami nggak mungkin membunyikan klakson dengan keadaan klakson yang kurang waras itu. sehabis nongol-nongolin kepala keluar jendela, baru deh mereka minggir. pasti nggak kebayang kan betapa panasnya di dalem kotak hijau itu.

sudah terasa adem nih, angin Bali mulai berhembus menerpa tubuh kami yang kepanasan. rasanya enaaaaak banget. serasa jadi pemain di FTV, kita jalan-jalan di Bali naik VW Combi sambil tertawa cekakak-cekikik. dan mungkin gara-gara terlalu banyak ketawa itu, akibatnya kami malah nyasar. Ya, kami nyasar di Bali. saya sih senang-senang saja, toh muter-muter malah jadi jalan-jalan kan hehehe. Rizky yang duduk di depan asik menelusuri peta Bali yang gedeeeee, kira-kira lebih gede dari koran. kali ini dia jadi co pilot-nya. saya, Yona dan Anthoni asik mengobrol sambil merekam video perjalanan yang nggak jelas di jok belakang :p




***


saya menginap di Hotel Pullman Legian Nirwana di Jalan Pantai Kuta. Namanya saja Jalan Pantai Kuta, jadi hotelnya berada pas sekali di pinggir pantai. saya bahagia banget loh kalo mau ke pantai cukup menyebrang jalan saja. Apalagi waktu saya check in ke kamar saya di lantai empat, saya lebih bahagia lagi. Kamar hotel bintang lima, dengan balkon yang langsung mengahadap ke pantai . wuuuiiihh sepanjang lengkungan pantai Kuta bisa saya pandangi dari balkon kamar hotel saya ini.



 Hotel Pullman Legian Nirwana, Kuta - Bali (ini hotel punya Bakrie loh! ps. Bakrieland)

posisi hotel yang tepat di pinggir pantai Kuta
Sunset view dari balkon kamar saya :D

  Hari pertama di hotel, saya dan kawan-kawan LO baru bisa bantu beres-beres saja, karna kebetulan hotel Pullman ini masih dalam masa renovasi (belum sepenuhnya jadi), jadi diseluruh hotel ini isinya hanya karyawan hotel sama orang-orang GEC saja. wah tambah asik lagi kan, seakan-akan hotel ini milik kami pribadi hahaha
Jujur saja pekerjaan sebagai LO baru terasa disaat masing-masing LO sudah bersama tim yang dipegang. Jadi bisa dibilang, LO nggak punya pekerjaan tetap kalau belum ada timnya. Ditambah lagi, acara GEC ini dimulai tanggal 14 & 15 Juni. Jadiiiii saya dan teman-teman LO lainnya punya waktu senggang 3 hari di Bali. Asiiikkk :D :D

 Karena hotelnya juga masih baru, jadi segala makanan baru tersedia dari tanggal 12. itu pun outsource (beli makanan dari luar, bukan masak dari dapur sendiri). jadi kami dan panitia yang lain makan siang bersama-sama membeli Mc Donalds, dan makan malamnya kami dinner di Papa's Cafe. Kami makan volcanoe pizza  yang cara makannya pizza itu disiram dengan minyak terlebih dahulu kemudian dibakar menggunakan korek diatas meja. wuuuzzzz



our dinner: volcanoe pizza at Papa's Cafe